
Dokumentasi Bahasa adalah kegiatan mengumpulkan materi berupa rekaman berbagai kegiatan komunikasi dalam salah satu masyarakat pemakai bahasa (cerita sastra lisan, lagu tradisional, upacara pernikahan, percakapan waktu meminang dan lain sebagainya), yang bisa menjadi sumber pengetahuan menyangkut suatu bahasa. Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat terutama pendokumentasian untuk bahasa-bahasa yang terancam punah (bahasa yang jumlah penuturnya sedikit).
Dalam upaya memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam dokumentasi bahasa, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jambi menyelenggarakan Workshop Dokumentasi Bahasa pada tanggal 28 Mei 2024 bertempat di Aula Jurusan Sejarah Seni dan Arkeologi Universitas Jambi.
Adapun pemateri pada kegiatan tersebut merupakan akademisi yang berpengalaman di bidang pendokumentasian bahasa yakni Dr. Diana Rozelin, S.S., M. Hum. dari UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi dan Dr. Ade Rahima, M. Hum. dari Universitas Batanghari. Peserta pelatihan adalah sivitas akademika Program Studi Sastra Indonesia yang berjumlah 60 orang.

Dalam sambutannya, ketua Prodi Sastra Indonesia, Liza Septa Wilyanti, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan workshop yang diadadakan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pentingnya dokumentasi bahasa dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian bahasa Indonesia khususnya bahasa daerah Jambi serta memperkenalkan metode dan teknik dokumentasi bahasa yang efektif kepada peserta, mulai dari pengumpulan data hingga penyusunan database yang terstruktur.
Senada dengan itu Ketua Jurusan Sejarah Seni dan Arkeologi Dr. Drs. Ade Kusmana, M.Hum. mendorong semua peserta untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai praktik dokumentasi bahasa yang telah dilakukan, sehingga dapat memperkaya wawasan dan keterampilan dalam bidang ini.

Dengan adanya pelaksanaan Workshop Dokumentasi Bahasa ini, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jambi berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga keberagaman bahasa dan budaya Indonesia khususnya di Provinsi Jambi, serta menghasilkan para ahli bahasa yang mampu berkontribusi secara signifikan dalam upaya pelestarian dan pengembangan ilmu bahasa, sastra, serta pengajarannya.

